Manfaat Makan Kacang Mede

Kacang Mede

Mencegah Kanker
Kacang mete mengandung proanthocyanidins, jenis flavanol yang terbukti bisa mencegah sel kanker bereproduksi dan mematikan sel tumor. Bahkan hasil studi menunjukkan bahwa kadar tembaga yang tinggi pada mede juga membantu manangkal radikal bebas, sekaligus sumber phytochemical dan antioksidan yang baik bagi tubuh.

Menutrisi Rambut dan Kulit
Sepertinya manfaat dan bahaya makan kacang mede terlihat lebih banyak manfaat, pasalnya, kacang mede kaya akan kandungan mineral tembaga yang merupakan komponen penting penyusun tirosinase. Enzim ini bertugas mengkonversi tirosin ke melanin, pigmen pemberi warna pada rambut dan kulit.

Menjaga Kesehatan Jantung
Kacang mede mengandung asam oleat yang berlimpah. Jenis lemak tak jenuh tunggal ini membantu meningkatkan kesehatan jantung serta mengurangi tingkat trigliserida. Selain itu, magnesium dalam kacang mede bisa membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah serangan jantung. Risiko jantung koroner dan kardiovaskuler bisa ditekan dengan rutin mengkonsumsi kacang mede yang bebas kolesterol dan tinggi antioksidan.

Mencegah Batu Empedu
Bahaya makan kacang mede tak terbukti mutlak rupanya, ini dibuktikan lewat hasil studi oleh Nurses Health Study terhadap 80.718 wanita, diketahui bahwa wanita yang mengonsumsi setidaknya satu ons kacang setiap minggu, seperti kacang mede, maka ia akan memiliki risiko 25% lebih rendah terkena penyakit batu empedu.

Merawat Kesehatan Tulang
Manfaat makan kacang mede juga mengandung magnesium, zat selain kalsium. Selain itu, tembaga yang ada dalam kacang mede memberikan fleksibilitas pada tulang dan sendi ketika bergerak.

Baik untuk Saraf
Tidak hanya baik untuk tulang, kandungan magnesium ketika makan kacang mede juga memberi manfaat pada aliran saraf dan otot. Magnesium menjaga pembuluh darah dan otot tetap rileks dengan cara memperlambat aliran kalsium ke sel-sel saraf.

Hasil penelitian membuktikan bahwa magnesium membantu mengurangi frekuensi serangan migrain, menurunkan tekanan darah dan membantu mencegah serangan jantung. Sebaliknya, kekurangan magnesium dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, ketegangan otot, dan lelah.

Meningkatkan fungsi Otak
Sepertinya lebih banyak manfaat makan Kacang mede ketimbang bahaya makan kayang mede, di urutan ini disampaikan bahwa kacang mede bisa membantu meningkatkan oksigen ke otak. Jenis kacang ini mampu memainkan peran penting dalam meningkatkan memori. Hal ini dikarenakan lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal berkaitan dengan produksi sel otak. Otak bergantung pada kedua jenis lemak ini, dan kacang mede memiliki kandungan yang tinggi akan kedua lemak tersebut.

Menurunkan Berat Badan
Mereka yang mengkonsumsi kacang mete dua kali seminggu cenderung terhindar dari kegemukan. Sekitar 75 % lemak yang terkandung dalam kacang mete adalah lemak tak jenuh (unsaturated fats) yang merupakan lemak baik.

Selain itu, kacang mete mengandung serat dalam jumlah tinggi. Lemak baik membuat kacang mete dapat membantu menurunkan berat badan dan memberikan lebih banyak energi pada tubuh. Kacang mete juga membantu memperlancar metabolisme tubuh. Inilah fakta tentang manfaat dan bahaya makan kacang mede yang perlu Anda ketahui tentu saja.

 

Kacang Mede 2

 

Bahaya Makan Kacang Mede?
Kacang mede mengandung lemak, protein, karbohidrat, dan macam-macam mineral. Kadar mineral yang cukup berarti pada kacang mete adalah calsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, zinc, tembaga, mangan dan selenium dapat dipercaya menurunkan berat badan, lalu apa benar makan kacang mede berbahaya?

Meski berlemak tinggi, manfaat dan bahaya makan kacang mede tentu ada, menjadi manfaat jika makan secukupnya dan menjadi bahaya jika makan berlebih. Menurut beberapa sumber yang MedikaNews.com peroleh, 82 persen lemak tersebut tergolong lemak tidak jahat atau lemak tak jenuh. Jadi, ternyata tak perlu takut menyantapnya. Kadar lemak total pada 100 gram kacang mede mentah, panggang, dan goreng, masing-masing di angka 47, 5, dan 56 gram.

Meski kadar lemaknya terlihat banyak tetapi ternyata jauh dari kesan berbahaya apalagi menjadi tersangka penyebab obesitas dan penyakit degenerative lainnya. Untuk membuktikanya coba kita liat komposisi kacang mede tersebut yakni, lemak pada kacang mete tersusun atas 18 persen asam lemak jenuh dan 82 persen asam lemak tidak jenuh.
Asam lemak jenuh yang sangat ditakuti karena dituding sebagai penyebab timbulnya berbagai penyakit, ternyata kadarnya sangat rendah pada kacang mede.